Make your own free website on Tripod.com

Teknik Transformasi DNA Kedelai Melaui Injeksi Agrobacterium kedalam Benih

Efendi


    Benih kedelai dikembahkan sesuai dengan teknik "Sterelisasi dan Perkecambahan Benih Kedelai Untuk Transformasi DNA" yang telah diuraikan sebelumnya (Clik here).

    Agrobacterium juga dikulturkan sesuai dengan teknik "Pembiakan Bacteri Agrobacterium dalam Medium YEP untuk Transformasi DNA"(Clik here).

    Benih yang telah dikeca,mbahkan dikupas kulitnya dan satu keping kotiledonnya dibuang dengan menggunakan pisau scapel, yaitu dengan mengiris sedikit pada bagian antara kotiledon dan embryo, kemudian angkat kotiledonnya dengan tangan, sehingga benih hanya menjadi separuh kotiledon bersama embryonya, yaitu plumula (calon pucuk) dan radicula (calon akar), yang siap untuk diinjeksi dengan larutan Agrobacterium

    Larutan Agrobacterium yang telah dikulturkan diambil dengan menggunakan "271/2 gauge needle" sebanyak 100 µl. Kemudian disuntikkan kedalam benih pada kotiledon yang berdekatan dengan cotyledonary node, dengan jarak sekitar 1-2 mm dari cotyledonary node sedalam 1-2 mm. Suntikan dilakukan pada dua posisi di kiri dan kanan embryo. Suntikan dilakukan sekitar 60 detik guna memberi peluang bagi Agrobacterium untuk masuk sebanyak-banyaknya. Sering larutan Agrobacterium keluar kembali, maka lakukan suntikan dengan perlahan-lahan.

    Proses perkecambahan benih yang telah diinjeksi dengan Agrobacterium dilanjutkan dengan meletakkan benih tersebut diatas kertas paper towel basah di dalam petridisk. Benih yang telah diisi dalam petridisk tersebut diinkubasikan pada suhu 25oC selama 24 jam dalam incubator yang gelap.

    Benih yang telah diinkubasikan dicuci dengan air yang mengalir sehingga koloni bakteri Agrobacterium menjadi hilang, hati-hati jangan sampai embryo terlepas dari kotiledonnya. Proses perkecambahan dilanjutkan lagi dengan meletakkan benih tersebut diatas kertas paper towel basah di dalam petridisk yang telah disterilkan dan kemudian diinkubasikan dalam incubator pada suhu 25oC selama 24 jam dalam incubator yang diberi penyinaran selama 11 jam/hari).

    Kecambah yang telah memiliki struktur yang jelas, baik daun maupun akar skunder dapat dipindahkan ke medium tanah dan kemudian diinkubasikan dalam incubator juga pada suhu 25oC selama 1 minggu yang diberi penyinaran selama 11 jam/hari).

    Tanaman-tanaman yang dapat tumbuh dengan baik dapat dipindahkan ke pot untuk melanjutkan pertumbuhannya secara normal, sebaiknya ditempatkan dalam rumah kaca (green house) untuk menghindari serangan hama dan penyakit.

 
 
[Informasi Global] [Biosistematik dan Biodiversiti] [Koleksi dan Konservasi Plasma Nutfah] [Rekayasa Genetik dan Pemuliaan Tanaman] [Manual Laboratorium] [Kehutanan dan Pelestariaan Alam] [Photo Gallery] [Related Links]
Contact: efendi@ige.tohoku.ac.jp